Maulana Haitami - Standert Umlaufbahn


Percaya bahwa sepeda memilih pemiliknya terlebih dahulu adalah hal yang Mas Temi imani sebelum meminang Standert Umlaufbahn. Berawal dari kolaborasi antara Mas Ige dan Chainring AARN lewat galaxy colorway-nya, Mas Temi membeli chainring itu bahkan sebelum menentukan frame baru. Sampai akhirnya, pemilik Umlaufbahn terdahulu memutuskan menjual barang tersebut. Saat melihat aksen finishing pada kata "Standert" mirip chainring AARN x Mbois, ia langsung menebusnya tanpa ragu.

Sedikit informasi mengenai Umlaufbahn: Jika diterjemahkan dari bahasa Jerman ke bahasa Indonesia, kata itu berarti jalur elips yang melingkar. Colorway pada tulisan Standert merepresentasikan lintasan orbit Bumi. Filosofi ini sejalan dengan tujuan desainnya: melahap velodrome berbentuk elips serta melingkar.

Meski terinspirasi dari lintasan orbit dan didesain untuk sirkuit velodrome, frame ini surprisingly masih sangat nyaman digunakan di jalanan ibu kota. Ulasan Mas Temi mengenai Umlaufbahn: "Riding feel-nya smooth karena enteng banget. Nyaman juga buat dibawa slow di jalanan Jakarta yang udah gak punya otak."


 

 


 

Faktor kenyamanan itulah yang membuat Mas Temi menjadikannya sepeda recovery. Rasio 47-17—kombinasi chainring AARN x Mbois.13 dan cog Phil—menghasilkan kayuhan bersahabat untuk stop and go, skid, menanjak flyover, hingga 'narik' tipis-tipis. Pemilihan Omnium Silver dan Izumi Jet Black membuat bagian drivetrain terlihat lebih 'cihuy di mata' kalau kata sang pemilik.



 

Berikutnya, area finishing kits dibalut warna serba hitam. Simplifikasi warna ini ditujukan untuk menguatkan nuansa galaksi agar tetap standout. Thomson X2 sepanjang 100 mm, Thomson Elite non-setback, serta Pro Vibe 420 mm dipasangkan pada frame ukuran 50 sudah sesuai fitting-an Mas Temi. Menurutnya, setup tersebut serupa dengan Spez Roubaix andalannya untuk gowes ultra dan performa.

 



 

Pembeda utama antara sepeda recovery dan performa miliknya terletak pada penggunaan Selle Italia Flite yang sudah teruji nyaman di fixie terdahulu. Sadel tersebut bersanding bersama produk kolaborasi Mujiono Cycling Caps ( @mujiono.cc ) dan Mas Gunkbudi ( @gunkbudi ). Menurut Mas Temi, tas kecil tersebut biasa ia gunakan untuk membawa barang belanjaan setelah sepedahan


 

 

Selaras dengan bagian finishing kits, sektor kaki-kaki mengusung warna senada. Kombinasi Hub Phil dan rims H+Son Archetype hitam membuat Umlaufbahn seolah 'melayang'. Semoga wheelset ini mampu menjadi kaki-kaki untuk selalu menemani Mas Temi gowes recovery. 


 


Melihat bagaimana frame ini berdiri menguatkan statement di paragraf awal yang berbunyi "sepeda memilih pemiliknya" bukan omong kosong belaka. Menurut lo, kira-kira sepeda apa yang akan memilih lo sebagai pemiliknya?



Comments