Farhan Fazrian - Makino NJS

 


Sesuai janji di artikel terakhir, sepeda ini adalah sepeda kedua dari member Not Common Cyclist yang akan gue bike check di blog ini. Waktu gue nanya sama Alif, ada enggak anak NCC yang pakai steel/chromoly? Terus Alif merekomendasikan Farhan dan Makino-nya. 

Di antara teman-teman NCC yang memilih membangun sepeda dengan referensi modern, Farhan lebih memilih membangun sepeda dengan nuansa klasik. Menurut Farhan, tampilan sepeda klasik itu simpel dan timeless. Sepeda klasik kayak NJS juga memiliki detail-detail kecil seperti warna aksen yang berbeda dari warna utama frame dan emboss brand di beberapa bagian. Hal ini juga yang membuat frame NJS itu engga ngebosenin karena detail-detail ini hanya akan terlihat dengan jelas kalau dilihat dari dekat. 



 

Setelah mencari di #fnfjb, Farhan mendapatkan frame Makino ini di daerah Tangerang. Engga pakai pikir lama, dia pun langsung meluncur dari Bekasi untuk mendapatkan Makino ini. Frame ini ia bangun dengan aliran klasik seperti sepeda Keirin, namun dengan sedikit penyusuaian di beberapa bagian. Tetap menggunakan stem dengan sistem quill dari Ken Bike dan headset threaded dari Hatta Swan Super Deluxe. Untuk menggantikan keagresifan dari Trackbar Farhan menggunakan Dropbar super sempit, yaitu Nitto Randonneur dengan lebar 380 mm.  Kalau biasanya penggunaan handgrip dari Strong V sangat umum di Keirin, Farhan menggantinya dengan bartape berbahan woven. Bartape ini memang terlihat enggak nyaman, tapi menurut ulasan Farhan, bartape ini nyaman dan lebih ngegrip saat dipegang.

Gue paham sepeda keirin memang enggak menggunakan rem. Tetapi bukan berarti kalo gak bisa nge-skid ga boleh pake fixie dong? Lagipula di Jepang sana ada aturan yang mewajibkan sepeda menggunakan rem yang berfungsi supaya legal untuk dikendarai di jalan raya. Aturan ini juga yang membuat Dia Compe membuat braket supaya rem Dia Compe BRS 101 bisa digunakan di fork NJS.


 

 
 

Selanjutnya, di bagian seatset, Farhan memilih Selle Italia Turbo Matic ini karena terasa Period Correct. Jarak pada bagian belakang kanan dan kiri ini menjadi tempat yang sempurna untuk fender Rain Tail, fender yang diproduksi oleh komponen NJS, yaitu Kashimax. "Yang gua suka lagi selain emang estetika, Rain Tail ini ada fungsinya juga buat ngelawan becek abis hujan haha. Untuk saddlenya sendiri, nyaman sih untuk dipakai riding, jadi balance lah antara fungsi sama look." Ucap Farhan. Form meets Function is a bless my friends.

 


Memperhatikan detail kecil supaya enggak ngebosenin juga jadi perhatian Farhan waktu memilih drivetrainCrankset Sugino Mighty Competition dengan Chainring 49T dipilih karena pada bagian crank arm terdapat emboss logo crest Sugino. Menggunakan bottom bracket dari produsen yang sama, yaitu Sugino 75 NJS. BB dengan sistem loose ball bearing memang lebih loncer, walaupun agak sedikit 'rewel' kalau sering terkena hujan/becekan. Ulasan dari beberapa temen gue: hal itu sangat sebanding dengan performa yang diberikan. Gue jadi penasaran.

 

 

Di sektor kaki-kaki, Farhan menggunakan wheelset dengan spoke count 36Jumlah jari-jari yang banyak bikin looks kelihatan lebih padat. Kata Farhan, kenapa pilih Hub Suzue NJS di depan karena kalo kena matahari mirip bola disko. Novatec 36 hole di belakang, hub yang terkenal karena harga yang masuk akal dengan build quality yang cukup 'badak'. Overall, ws ini udah setahun ia gunakan dengan low maintenance, tapi masih enak digunakan. "Cukup puas lah dengan value for money yang didapetin."


 

 

Makino milik Farhan ini bukan sepeda terakhir dari member NCC yang akan gue masukin ke blog ini. Masih tersisa 1 sepeda lagi, fixie juga. Semoga artikel berikutnya engga ngaret lagi kayak yang ini.






Comments