Alif Islami - Cinelli Mash Bolt 2.0



Enggak peduli lo antusias fixie atau bukan, merek Cinelli udah pasti awam di telinga lo. Sepeda yang menjadi idaman banyak orang sejak pertama kali tren fixie mewabah di Indonesia ini terkenal karena well-made dan geonya yang terlihat dan terasa agresif. Banyak anak-anak sepantaran gue yang masih duduk di bangku sekolah saat frame ini menjadi tren kala itu. Mimpi "suatu saat kalo gue udah punya duit nanti, gue harus punya Cinelli" terlintas di pikiran banyak temen-temen sepantaran gue. Meskipun, sekarang harganya sudah melambung tinggi dibandingkan harga beli saat awal kemunculannya (Inflasi bangsat), mimpi ini masih terus menggema.

Seperti temen gue Alif, pemilik sepeda ini. Sepeda ini ia bangun setelah sekian lama ia berselancar di pedalroom.com dengan pikiran "kalo nanti main fixie gue mau Cinelli". Setelah banting tulang dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore, Alif akhirnya berhasil meminang frame idamannya. Frame Cinelli, lebih spesifik lagi, Mash Bolt OG 2.0 ini jadi pilihan Alif. Menurutnya, Cimash Bolt ini punya colourway yang kalem tapi galak, geonya agresif, dan di-setup kayak gimana pun tetep bagus. Gue setuju.



 


 


Untuk setup-nya sekarang, Alif memilih kombinasi komponen untuk gowes santai aja. Contohnya, dari segi bike fitting, menyesuaikan frame yang sudah pas dengan tinggi badannya, ia memilih seatpost non-setback dan stem dari Thomson. Dari segi kenyamanan duduk, Alif memprioritaskan estetika. Karena ia suka dengan bentuk sadel ini, tetapi kurang pas untuk bagian 'duduk' dan licin, Alif lebih sering menggunakan celana pendek, bukan BIB untuk mengakalinya. Dari segi handling, Alif memilih Risebar keluaran dari Crankbrothers, merek yang terkenal dari komponen MTB-nya. Supaya lebih nyaman digenggam saat bermanuver, Alif memilih handgrip dari Animal, brand yang lebih dikenal di skena BMX ini memiliki tekstur yang nyaman digenggam. Di bagian barset ini, kombinasi dari komponen MTB dan BMX memvalidasi ucapan Alif di awal yang berbunyi "Di-setup kayak gimana pun tetep bagus".



 

 

Pada bagian drivetrain, Alif menggunakan rasio 49:17, rasio ngicik yang memudahkannya untuk stop and go. Menggabungkan arm dan chainring yang mainstream karena sudah teruji kekuatannya : Sram Omnium dan Sugino Zen. Di bagian belakang, Alif memilih Cog Miche karena memiliki Spline untuk memudahkan pergantian rasio. Sistem Spline ini membuat mekanik enggak perlu mencopot cog dari hub, tinggal copot cog dengan ukuran yang berbeda lalu langsung 'jepit' lagi dengan lockring. Semua komponen ini disambungkan dengan Rantai Izumi Jet Black. Menurut klaim Alif, Izumi ini dipilih dengan landasan yang sama dengan Sugino Zen: "Supaya enggak kehilangan sentuhan Jepang aja". Sentuhan Jepang lainnya juga dipilih pada bagian transfer power: pedal Shimano M520, simple & reliable.

 

 

Sektor kaki-kaki juga enggak luput dari kombinasi brand. Di rims Alif menggunakan rims dari Arma Blade. Sister brand dari Engine 11 ini memiliki inner width 23mm, sehingga saat dibalut dengan ban 700x25c memiliki fitment meaty. Dipasang ke DT Swiss 370, hub yang juga sudah teruji di banyak sepeda, membuat bagian wheelset ini senada dengan crankset.


 

 


 

Saat ini Alif rutin gowes bareng dengan Not Common Cyclist atau disingkat NCC. Klub yang berawal dari tongkrongan perumahan ini menurut gue sangat solid. Selain sering gowes bareng, mereka juga aktif berkonten di Tiktok. Hampir setiap hari gue ngeliat mereka secara bergantian ngeramein FYP gue. Foto ini gue ambil waktu gue mampir ke markas besar mereka di Bekasi, lalu finis di Kota Bintang. Di hari itu gue enggak cuma moto sepeda Alif aja. Ada beberapa sepeda lagi yang gue foto dan interview untuk masuk ke blog ini. Ditunggu aja YGY.







Comments

Post a Comment