 |
| Babah Bikes Road Bike Rim Brakes. |
Belakangan fenomena frame sepeda custom memiliki image yang buruk karena kualitas yang dihasilkan sangat kurang. Mulai dari steerer tube yang patah dari fork, las-lasan yang mudah korosi hingga wheel alignment yang tidak center. Tetapi enggak semua frame sepeda custom memiliki kualitas yang buruk, nama-nama besar seperti Dario Pegoretti, Moots, Low, No.22 dan Weis adalah beberapa contoh frame sepeda custom yang memiliki hasil akhir ciamik dengan material berkualitas.
Di Indonesia, fenomena sepeda custom juga cukup populer dan engga kalah saing dari brand luar. Contohnya seperti sepeda milik Mas Yudhis ini. Sepeda ini dibuat oleh Babah Bikes secara Handmade di Malang.
Karena sepeda ini merupakan sepeda custom Mas Yudhis memiliki kebebasan untuk merancang Geometri sesuai dengan keinginannya. Awal mula frame ini dibuat Mas Yudhis memberikan ukuran badannya ke Mas Joko sebagai builder sekaligus owner dari Babah Bikes. Lalu Mas Yudhis menginginkan frame yang nyaman untuk digunakan commute dan dipake jauh, tapi ayo dipake ngebut. Setelah Mas Joko memberikan gambar dari sepeda ini, Mas Yudhis melakukan revisi yaitu tire clearance untuk ban 700x32C dan seat tube yang sedikit lebih tegak supaya 'rasa' mengendarai Track Bike tetap ada. "Cause i came from track bike, you can trust me." ucap Mas Yudhis saat gue tanya-tanya soal geometri sepeda ini.

Trigger awal dari project sepeda ini ketika Mas Yudhis ditawarkan fork Maurice Mongoose dengan harga no brainer. Pada saat itu, Mas Yudhis hanya memiliki frame dengan ukuran fork 1-inch. Mengingat keinginannya untuk punya frame custom dari Babah Bikes, ia pun menghubungi Mas Joko untuk membangun Road Bike dengan fork ini. Sedikit informasi, unique selling point dari Frame Babah Bikes adalah penggunaan material Reynolds 520.

Reynolds 520 adalah Tubing Double Butted Chromoly Steel. Tubing dengan double butted memberikan bobot yang sedikit lebih ringan dari straight gauge Chromoly Steel atau Chromoly 4130. Disisi lain material ini memang lebih berat daripada tubing triple atau bahkan quadruple butted, tetapi hal ini membuat Reynolds 520 lebih kuat, lebih awet dan lebih mudah direparasi. Mengutip dari laman resmi Reynolds, " The thicker wall sections will produce a frame that although heavier, will have exceptional fatigue strength. " yang artinya material ini sangat aman untuk dipakai ajrut-ajrutan karena tidak mudah deform atau berubah bentuk pada saat diberikan impact secara terus-menerus. Dan yap, itu sudah dibuktikan sendiri oleh Mas Yudhis untuk main tanah tetapi sepeda ini masih nyaman dipakai.

Untuk melengkapi sepeda ini Mas Yudhis memilih menggunakan Dropbar daripada Risebar. Menurut mas Yudhis handlebar tipe ini lebih nyaman dan handling nya lebih oke. Estetika visual juga menjadi aspek yang diperhatikan saat membangun sepeda ini. Dapat dilihat juga, kabel rem dan shifter yang diatur sedemekian rupa supaya terlihat rapih tapi gak ngerepotin mekanik. #cablegasm is the way to go, well done Mas!
Untuk groupset Mas Yudhis memilih menggunakan Shimano 105 R5700 dengan rasio 53-39 dan 11-32. Groupset ini Mas Yudhis dapatkan saat era transisi sebelum pandemi lalu. Menurutnya 105 ini Value for Money dan sudah lebih dari cukup untuk commute. Saat mendapatkan GS ini sprocket yang didapat adalah 11-28. Karena rasio nya terlalu 'tight' Mas Yudhis menukar dengan sprocket yang lebih lebar dengan adik iparnya. Menyesuaikan dengan kebutuhannya rasio 53-39 dan 11-32 lebih pas dibanding sebelumnya.
Pemilihan power transfer jatuh kepada Pedal MKS x Mash tanpa penggunaan strap atau cage. Menggunakan flat pedal jauh lebih simpel karena alas kaki apapun tetep bisa gowes.
Selain geometri yang dapat dikustomisasi, Frame Custom dari Babah Bikes juga dapat memilih sistem pengereman yang akan digunakan. Mas Yudhis memilih sistem pengereman Rim Brake. Selain karena fork yang ia dapat memiliki Brake Hole untuk U Brake, menurutnya estetika Rim Brake lebih cantik dibandingkan Disc Brake.
Masuk ke bagian kaki-kaki, Mas Yudhis menggunakan wheelset Easton Circuit yang dibalut dengan ban Panaracer Gravelking Semi Knob berukuran 700x32C. Easton Circuit meruapakan lineup training dari Easton, wheelset ini memiliki durabilitas yang tinggi sehingga cocok untuk everyday ride. Dengan inner width 19mm wheelset ini pas untuk dimasukkan ban berukuran 700x32C sehingga pas untuk main tanah atau ngehajar jalanan ibukota yang kurang mulus.
Sebelumnya Mas Yudhis Menggunakan ban berukuran 700x25C agar dapat dipasangkan fender. Tetapi, karena ban besar menawarkan kenyamanan yang lebih ia menggunakan fender dari ass savers agar muat diberikan ban besar.
Untuk kenyamanan area duduk, Mas Yudhis menggunakan sadel Brooks C15. Meskipun sadel ini tidak memiliki lubang ditengahnya tapi menurutnya sadel ini cukup nyaman. Dipasangkan dengan seatpost yang senada dengan warna stem dan frame dengan diameter 27.2mm jadi manis banget. Seatpost dengan ukuran ini masuk dengan pas, karena sesuai dengan diameter seattube. Mengingat frame chromoly memiliki ukuran seatpost yang cukup langka seperti 26.0, 26.8 dan 27.0.
Sepeda ini sudah Mas Yudhis gunakan untuk commute sehari-hari dan main tanah tipis-tipis. Mas Yudhis bercita-cita untuk menggunakan sepeda ini longride ke builder nya di kota Malang. Semoga ada waktunya ya mas untuk mencapai itu, doa baik buat lo!
 |
| Daftar Komponen Babah Road Bike Rim Brake |
Comments
Post a Comment