 |
| Peugeot 753. |
Daripada membeli sepeda atau komponen baru yang harganya kurang masuk akal, lebih baik cek barang-barang di gudang. Barangkali ada sepeda atau komponen jadul yang masih kepake. Begitulah ucapan banyak orang pada saat pandemi lalu, pada artikel kali ini omongan itu menjadi kenyataan oleh Mas Dwi sebagai pemilik Peugeot ini. Mas Dwi membangun Sepeda ini setelah tersimpan lama di gudang. Tahun 2004 sepeda ini ia dapatkan dari orang tuanya yang menukarkan sepeda tandemnya dengan sepeda ini.
Frame ini adalah Peugeot 753, sepeda ini dijual pada tahun 1999 sebagai sepeda Road Bike yang Ready-to-Race. Nama 753 diambil dari penggunaan tubing Reynolds 753. Reynolds 753 adalah heat treated double butted tubing dari Reynolds. Double Butted memberikan bobot yang ringan karena memiliki dimensi yang lebih tipis pada titik yang jarang terkena stress dan Heat Treated atau proses pemanasan tubing dilakukan agar material / frame menjadi lebih kaku. Lebih singkatnya frame ini lebih ringan tetapi lebih kaku dibandingkan dengan Frame steel / kromoli yang tidak heat treated double butted.
Sepeda ini datang dengan komponen bawaan Campagnolo Chorus 2x7 speed non-indexed down tube levers, Campy Hubs & Wolber Aero 20 Rims, dan 3T finishing kits. Tetapi saat mendapatkan sepeda ini Mas Dwi hanya mendapatkan frame dan beberapa komponen lainnya yang tertempel. Mari kita bedah satu-persatu.
 |
| For my Indo folks, it read "Pus-yo". |
 |
| Computer-Aided Design. |
 |
| Bonjour. |
 |
| Motioncraft. |
 |
| Reynolds 753 Tubing. |
 |
| Ig : @anakanak.bike . |
 |
| Shimano Dura Ace 7400 Threaded Headset. |
 |
| Holla Spez Peeps. |
Selain menemukan Frame Peugeot ini, Mas Dwi juga menemukan front wheelset aerospoke dengan hub Dura Ace 7403 8 speed. Kombinasi wheelset 36 hole di belakang dan aerospoke di depan mengingatkan gue dengan Fixie. Apalagi keduanya menggunakan 700x23C, ban cacing for lyfe.
 |
| Dwi's Front Wheelset. |
 |
| A-E-R-O spoke. |
 |
| Dwi's Rear Wheelset. |
 |
| Dura Ace 7403 8 Speed Rear Hub. |
Menurut pengakuan Mas Dwi, alasan mengapa sepeda ini disimpan dari tahun 2004 dan baru direstorasi pada pertengahan 2025 karena sepeda ini menggunakan drop bar. Tentu saja hal itu yang menjadi concern utama saat Mas Dwi membangun sepeda ini. Mengganti drop menjadi rise bar serta mengganti down tube shifter menjadi handlebar shifter.
 |
| Dwi's side view Cockpit. |
 |
| Dwi's Cockpit. |
 |
| Right Hand Control. |
 |
| Left Hand Control. |
 |
| Kring - kring. |
Selain wheelset yang sudah tidak menggunakan wheelsets Campy x Wolber, Mas Dwi juga menggunakan Groupset Dura Ace 7400 dan Shimano 600 untuk menggantikan grupset Campy Chorus. Sama-sama 8 speed dan sama-sama grupset kelas atas dari masing-masing merek. Fair Trade.
 |
| Dwi's Choice of Drivetrain. |
 |
| Shimano 600 Cranks and FD. |
 |
| Patinated 600 FD. |
 |
| Big Rings for a Race-Ready bike. |
 |
| Shimano Dura Ace 7402 8sp RD. |
 |
| Unidentified old MKS Pedal. |
 |
| Rear Dura Ace 7403 U Brake. |
 |
| Front Dura Ace U Brake. |
Menyelesaikan build ini dengan saddle yang sama-sama keluar di era 90an, Selle Italia Turbo Special. Ciri khas dari seri special ini memiliki badge dari material brass / kuningan. "Menurut gue saddle ini lumayan enak karena ukurannya pas buat gue, tapi agak keras. Mungkin karena umur atau dari pabrikannya kaya gini." Ulas Mas Dwi.
 |
| Selle Italia Turbo Special. |
 |
| Turbo. |
 |
| Brass "Turbo" Badges. |
Di awal artikel gue menyebut sepeda ini adalah sepeda Ready-to-Race, tetapi hari ini Mas Dwi menggunakan sepeda ini untuk ngopi di weekend dan melakukan kegiatan filantropi bersama teman-teman dari @anakanak.bike . Anak-anak bike adalah komunitas sepeda yang sering melakukan kegiatan berbagi selama 2 bulan sekali. Untuk Mas Dwi, semoga sepeda ini selalu dalam kondisi prima untuk melakukan kebaikan di atas saddle, dan untuk teman-teman yang ingin bergabung dengan Anak-anak bike bisa cek disini.
 |
| Daftar Komponen Peugeot 753 Dwi Ramadhan. |
Comments
Post a Comment