Suryo - All City Space Horse

 

All City Space Horse

Gue enggak tau apa yang lo "pegang" sebagai kepercayaan. Tapi, gue yakin lo percaya bahwasannya apa yang diperuntukkan untuk lo, akan balik lagi ke lo. Contoh konkret nya adalah Do-It-All Bike milik mas suryo ini. Sepeda ini pernah hilang dan akhirnya kembali lagi ke arsenal Mas Suryo.

All City Space Horse, sepeda yang memiliki geometri gabungan dari road bike dan randonneur. Sehingga, sepeda ini cocok untuk long ride, gravel race, commuting, dan turing dengan bawaan banyak. Semua aktfiitas dikalimat sebelum ini sudah dilakukan oleh mas Suryo. Maka dari itu julukan Do-It-All Bike cocok untuk sepeda ini.


Whisky No.9 CX Disc 12 Straight. A steel frame paired with a Carbon fork is the best, according to Mas Suryo.

Mounted with a bunch of accessories that come in handy.

Tailfin top tube and frame bags.

A keg tool and a bidon, because 1 source of hydration is enough for a daily commute.

Mud splatters that complement the navy blue.

It has more than become an Ass Savers.

Pemilihan Saddle untuk sepeda ini cukup banyak, sebelum foto ini diambil Mas Suryo pernah menggunakan Fizik adaptive saddle dan Brooks C15 untuk Bentang Jawa 2023. "Kalo buat sekarang udah jadi full commute jadi pake B15 aja". 

Saddle brooks memang terkenal nyaman, karena saddle ini berasa sedikit mengayun. Gue pernah coba saddle B17 carved rasanya beneran kaya jok motor yang busanya empuk banget. Tapi, Brooks B15 mas suryo ini kurang nyaman karena belum menyentuh fase break-in. Ada kemungkinan saddle ini akan diganti dengan B17 carved yang ia milikki.

Mungkin, kalau saddle ini sudah break-in akan sangat cocok dikombinasikan dengan seatpost futuristik dari Redshift ini. Redshift Shockstop Seatpost ini adalah seatpost yang memiliki suspensi jarak pendek. "Enggak sengayun fullsus, tapi lebih baik dari seatpost rigid" ulasan dari mas Suryo. Meskipun seatpost ini agak tricky untuk disetel, karena kalo spring-nya keras enggak nyaman, kalo terlalu empuk ngeganggu waktu pedaling karena terlalu empuk.

Brooks B15.

Vintage-look saddle on a modern futuristic seatpost.

All city seat lug.

Setelah mendapatkan kenyamanan di bagian belakang, mas suryo juga menggunakan stem redshift untuk memberikan kenyamanan pada bagian depan sepedanya. "Best upgrade anyone can have, kalo ngincer kenyamanan. Karena bener-bener ngebantu buat gravelan, touring, atau commute di jalanan jelek jakarta". 

Stem ini menggunakan elastomer atau polimer elastis pada bagian internal nya sehingga bagian depan stem mampu mengayun. Tingkat kekerasan pada elastomer ini juga dapat diatur sesuai bobot pengendara, sehingga stem ini hanya akan mengayun pada jalanan rusak tetapi tetap rigid pada jalanan datar. "Efeknya beres gravelan gak pegel-pegel" kata Mas Suryo.

Side View Cockpit.

An aggressive cockpit for commuters, because why not?

Redshift suspension stem.

A cockpit that is capable of running 2 screens on time.

Selanjutnya, bagian drivetrain. Mas Suryo menggunakan mullet setup SRAM Rival dan GX Eagle Derailleur. Rasio yang dipilih adalah 46T depan dan 10-52 dibelakang. Menurut mas Suryo rasio ini agak berlebihan untuk commute, chainring 42T lebih pas untuk harian. 

Tetapi karena sebelumnya sepeda ini adalah do-it-all bike maka rasio ini enak banget untuk Race. Berikut ulasan Mas Suryo terkait rasio ini.

Pros : 
    1. Buat race masih cocok, karena masih bisa dapet 40+ kpj.
    2. Buat terrain yang rolling atau kena gradien lebih dari 20% juga aman, karena masih 
        dapet rasio 0.88. Ngebut bisa (46x10), nanjak juga aman (46x52).

Cons :
    1. Berat, karena masih menggunakan seri terbawah RD MTB AXS SRAM. Kalo pake yang ringan 
        mahal.
    2. Rasio 46x10 terlalu overkill untuk harian.

Mas Suryo's choice of drivetrain.

Rival crankset.

Before fully wireless DI2 existed, SRAM AXS was the only way to run a fully wireless Groupset.





Terakhir untuk bagian kaki-kaki Mas Suryo memilih Hunt 35 X Gravel Wide Carbon. Wheelset ini sangat kuat menurut pengakuannya, berkali-kali digunakan untuk gravel dan ngehajar lobang tapi rimsnya masih true dan jari-jarinya masih menggenggam rims dengan erat.











Sepeda ini sudah sangat pas untuk diberikan predikat Do-It-All bike. Dengan setup yang berbeda-beda Mas Suryo sudah menggunakan sepeda ini untuk Graventure 2023 - 2025, Audax 200, 300, 400 dan All Terrain, Jakarta - Bandung, Jakarta - Jogja, Tes rute Bentang Jawa 2021, Bentang Jawa 2023, Attck Unrstrktd (Gravel Filipina), Malasaride, Dirty Land, Daily Commute dan Weekend Ngopueeeyyyyy.

Menurut Mas Suryo, sepeda ini akan jadi Forever Bike hanya akan berganti komponen pada periode waktu tertentu saja. Semoga mas suryo selalu diberikan waktu yang menyenangkan selamanya juga dengan sepeda ini.







Comments