 |
| Willier Filante SLR. |
Diferensiasi pasar adalah hal yang sangat umum dilakukan oleh brand sepeda. Hal ini terjadi karena banyak konsumen yang ingin memiliki sepeda secara spesifik untuk rute atau pola riding tertentu. Beberapa brand mengeluarkan frame dengan dengan geometri aggresive dan tubing pipih untuk mengejar kecepatan dengan effort yang lebih sedikit, lalu brand juga mengeluarkan sepeda untuk memberikan posisi yang lebih relax untuk mereka yang tidak memperdulikan kecepatan. Diantara aggresive dan relax, ada sweet intersection point dimana frame dibuat untuk melaju dengan cepat tanpa mengorbankan kenyamanan.
All-Rounder Road Bike adalah titik irisan antara aero dan nyaman. Seperti Willier Filante SLR milik Luke ini. Sepeda ini didesain untuk melaju dengan cepat tetapi masih nyaman untuk banyak orang. Tire Clearance pada sepeda ini mampu dimasukkan ban hingga 700x32C untuk meredam permukaan jalanan yang kurang baik, poin tambahan untuk memberikan kenyamanan pengendara.
Kenyamanan dalam melaju dengan kencang membelah angin membuat Luke sudah melakukan banyak petualangan dengan sepeda ini. Touring sejauh 100, 150, 200 sampai 250KM sudah ia tempung dengan Filante SLR ini. "Gak cocok sih, tapi udah pernah gue pake Time Trial" Ucap Luke.
 |
| The halberd symbolizes deep Italian Patriotism and post-war War Recovery. |
 |
| Filante means Flow. |
 |
| It implies something sleek, fast, or drawn out, often used for aerodynamic cars or graceful movements. |
 |
| UCI Legal. |
 |
| Pas Bidon. |
 |
| Left Chainstay. |
 |
| Right Chainstay. |
Groupset 105 Di2 R7170 dipilih karena frame ini hanya bisa menggunakan Groupset elektronik. Hal yang wajar mengingat betapa mudahnya shifting dengan GS elektronik mengkomplementer frame All-Rounder yang nyaman ini.
Kombinasi Chainring Cybrei berukuran 54-38 dengan Sprocket 11-36 dari Strummer yang ringan ini sudah cukup untuk Luke. Sebelumnya ia menggunakan rasio 52-36 dan 11-36 tetapi kombinasi ini dirasa terlalu tinggi atau terlalu rendah untuk latihan Cadence atau RPM. Lalu, kombinasi Chainring 54-38 ini cocok dikombinasikan dengan sprocket ukuran 11-36. "Enak untuk dipake flat, dipake nanjak juga lebih 'isi'. Tapi, adjustment-nya lumayan lama dari yang awalnya berat sampe akhirnya kebiasa. Mirip kaya ganti Cog 15 kalo di Fixie".
 |
| Luke's Choices of Drivetrain. |
 |
| Bigger Ring, Bigger Power. |
 |
| Cybrei Metarbon Aero Ring. |
 |
| Strummer Ultra Light on R7170 Derraileur. |
 |
| Tri Peak Ceramic Pulley. |
 |
| RT800 Rotor. |
 |
| Look Keo 2, reliable as usual. |
 |
| R7170 Crank Arm with Wahoo Cadence Sensor. |
Menyelesaikan build dengan bikefitting adalah pilihan yang tepat. Frame ini lebih kecil satu ukuran dari yang dibutuhkan Luke. Sehingga, ia menggunakan Integrated Handlebar dengan panjang stem 120mm dan lebar drop bar 380mm. Dengan ukuran demikian, sepeda ini jadi lebih nyaman untuk Luke. "Dibilang nyaman, ya nyaman. Tapi downsize kurang rekomen untuk longride, untuk 150km ke atas tangan dan pundak udah agak kenceng. Kebalikannya, kalau untuk speeding enak banget karena lebih jejek kebawahnya dan downforce lebih dapet. Hasilnya sepeda lebih aggresive".
Selain handlebar pada bagian cockpit juga terdapat cyclocomp untuk memantau rute, speed, cadence, dan heart rate. Wahoo Element Roam 3 jadi pilihan Luke untuk menemani perjalanan dengan Filante ini. Berdasarkan pengalamannya, Element Roam 3 ini punya ketajaman layar dan user interface yang memanjakan mata dan sensornya yang cepet enggak ngebuat delay untuk ditampilkan.
 |
| Mean lookin' front end. |
 |
| Race-ready Cockpit. |
 |
| Side-View Cockpit. |
 |
| Perfect Companion for Training / Race, Wahoo Element Roam 3. |
 |
| Zipp bar plug. |
Menggunakan wheelset dengan tinggi rims berbeda menambahkan performa untuk sepeda ini menjadi All-Rounder. Lun Hyper Light ini memiliki tinggi profil 45mm pada bagian depan dan 55mm pada bagian belakang. Rims 45mm di depan cocok untuk nanjak karena ringan dan Rims 55mm dibelakang cocok untuk ngebelah angin. WS ini menggunakan sistem ratchet untuk engagment nya, sehingga sangat membantu untuk pedal engage lebih cepat.
 |
| Front Lun Hyper Light, 45mm Hoop. |
 |
| Rear Lun Hyper Light, 55mm Hoop. |
 |
| Wahoo Speed Sensor. |
 |
| Lun Front Hub. |
 |
| Lun Hub with Mavic Speed Release. |
 |
| Mavic Speed Release Thru Axle. |
 |
| Luke's Choices of Rubber. |
Terakhir, untuk Saddle Luke memilih Prologo NPC Carbon Rail. Saddle ini memiliki lebar 143mm. Menurut pengalamannya Saddle ini cukup nyaman, tetapi akan lebih nyaman lagi kalau menggunakan Saddle lebih kecil dengan nose lebih panjang. "Beauty is a pain bro" tutup Luke.
 |
| Gorgeous Prologo NPC Carbon Rail. |
 |
| Perineal Area System. |
 |
| Instruction, painted on the frame. No one wants to break their things instantly. |
 |
| The place where spare tires are packed. |
 |
| PAS Normal Studio x Porter Studio Saddle Bag. |
 |
| The famous Trident logo. |
 |
| Daftar Komponen Wilier Filante SLR Luke Varian Archie. |
Comments
Post a Comment