 |
| Cannondale 2.8. |
"Gue percaya kalo Frame itu jodoh-jodohan. Sejauh ini gue happy banget sama ini Frame" Ungkap Dovi waktu gue tanya soal Frame Cannondale 2.8 ini. Frame ini memiliki keunikan sebagai Frame yang menggunakan material Al 6061 T6 di era Steel mendominasi. Kalo lo enggak asing dengan Cannondale CAD dan CAAD, Cdale 2.8 ini adalah pendahulunya.
Nama 2.8 diberikan karena, bobot frame ini sekitar 2.8 Pon atau 1.4 Kg pada ukuran medium. Meski demikian bobot bukan hal yang Dovi idamkan dari Frame ini, ia mencari Frame Aluminum karena kurang cocok dengan Frame sebelumnya yang berbahan dasar Carbon Fiber. Syukur, Dovi 'berjodoh' dengan Frame Aluminum ini dalam keadaan 'near mint' di House of the Rising Sun (HOTRS).
 |
| Cdale produced their own frames in the USA when labor costs were still reasonable |
 |
| Original decal from 1992. |
Kenyamanan adalah alasan yang membuat Dovi menggunakan sepeda ini untuk Looping, Commuting dan Long Ride. Kalo dari yang gue liat di Instagram, Dovi cukup sering melakukan loop setiap minggunya. Sepeda ini juga menggantikan peran Motor pada hidup Dovi, banyak perjalanan jarak pendek (ex : warteg) ia tempuh dengan Cdale ini. "Paling jauh pake sepeda ini 160km, Total sampe sekarang sepeda ini udah gua pake lebih dari 6.700km".
 |
| Top View Cockpit. |
 |
| Front-end view of Dovi's Cdale 2.8. |
 |
| Dovi's Choices of All-Rounder Drivetrain. |
Untuk mengakomodir kebutuhannya, Dovi menggunakan Groupset Shimano 105. Kombinasi gear ratio 52/36 di depan dan 11-30 di belakang. Awalnya dovi mendapatkan Chainring dengan kombinasi 50/36, tapi ia tukar dengan 52t karena 50t masih kurang untuk speed tertentu. Overall, rasio ini dirasa cukup untuk kebutuhan looping, commuting, long ride, dan nanjak.
 |
| Front Mavic Cosmic Pro. |
 |
| Garmin Speed Sensor. |
 |
| Rear Mavic Cosmic Pro. |
 |
| Rear-end, where the business happens. |
Mavic Cosmic Pro, Wheelset dengan Pawl Engagement System dengan Rims berbahan Karbon jadi pilihan Dovi. Overall Dovi merasa cukup Happy dengan WS ini, kecuali dari performa pengeremannya. Carbon Braking Surface tanpa tekstur memang kurang pakem diakui Dovi.
"Gue suka banget sama Rim Brake secara looks, tapi jujur gak terlalu pakem kalo ngerem dibanding Disc Brake. Tapi gue lebih menangin looks nya daripada Fungsi." Gue gak heran sama pendapat Dovi barusan, kayanya Dovi maish menanamkan prinsip #brakelessmentality di sepeda dengan rem nya.
 |
| 105 R700 Ubrake. |
 |
| TRNK Cable End. |
Satu lagi komponen penunjang kenyamanan berkendara, Saddle Pro Vibe Stealth. Ulasan dari Dovi, saddle ini cukup nyaman. Dipakai looping dan long ride gak ada sakit di bagian tubuh untuk duduk sama sekali. Kalo lagi nyari Saddle, boleh nih jadi pilihan warga untuk pembelian berikutnya.
 |
| Pro Vibe Stealth. |
 |
| Thomson 27.2. |
 |
| Kocheng Komplek (@kckl.cc). |
Sama seperti para pengguna look keo 3 classic diartikel sebelumnya, "gue cuma adanya ini, jadinya ya pake ini."
 |
| Look Keo 3 Classic. |
 |
| Guee Bottle Cage. |
Bottle Cage Guee, bottle cage kedua terbanyak di Blog ini. Simple and get the job done.
Itulah ulasan singkat dari Cdale 2.8 milik Dovi, yang ia akui sebagai jodohnya. Kalo lo gimana? apakah sepeda yang lo miliki saat ini sudah lo rasa / anggap sebagai jodoh lo? Atau masih dalam pencarian? Kalo belom, semoga lo mendapatkan 'jodoh' lo dalam waktu dekat.
 |
| Daftar Komponen Cannondale 2.8 Dovi Martindas. |
Comments
Post a Comment