 |
| Colnago Dream. |
Tahun 2020, saat Pembatasan Sosial Berskala Besar-Besaran terjadi, tren sepeda kembali naik lagi. 10 tahun berlalu setelah era kejayaan Fixie dan Sepeda lipat, banyak orang yang kembali menggowes sepedanya lagi. Beberapa orang pun merelakan berburu sepeda untuk mengikuti aktifitas sepedahan.
Seperti Colnago Dream milik Daus ini, sepeda ini Daus beli pada saat era PSBB berlangsung. Daus sedikit meragukan keaslian apakah ini benar-benar Colnago Dream atau bukan. Teteapi saat dilihat dari dekat, tubing yang dimiliki sepeda ini sangat mirip dengan Colnago Dream pada umumnya. Pada bagian fork juga memiliki fork yang sama dengan Colnago Dream pada umumnya.
 |
| Colnago Fork. |
Sampai artikel ini ditulis Gue dan Daus meragukan keaslian dari Frame ini, tapi buat kita itu enggak penting. Mau tau apa yang penting? Yang penting sepeda ini masih dipake daus untuk having fun bersama teman-temannya. Dapat dilihat dari pemilihan komponen yang dipasangkan, pada sepeda ini. Sangat jauh dari spek 'roadies' pada umumnya.
 |
| Daus Colnago Dream Cockpit |
 |
| Side View Cockpit. |
 |
| Unknown Cinelli Stem. |
Pemilihan handlebar bertipe risebar dipilih Daus karena Cinelli Pepper ini adalah handlebar idaman Daus saat ia main Fixie. Kombinasi dengan Stem Cinelli yang hampir di slam ini, memberikan riding position yang kurang nyaman menurut Daus. "Di gue sih kurang nyaman ya, cuma kata bokap gue nyaman. Jadi yaudah gini aja dulu." |
| 6 speed is enough if you're not chasing KOMs. |
 |
| Daus Right Hand Controller. |
Untuk pengoperan gigi, daus menggunakan thumb shifter dari shimano tourney 6 speed. Walaupun indikator yang tertera pada foto hanya terdapat 5, tetapi shifter ini mampu menggeser derraileur belakang 6 kali.
 |
| Daus Drivetrain. |
1x6 speed, gak cukup buat nanjak bromo tapi memenuhi kebutuhan untuk gowes hepi-hepi sama kawan-kawan buat cari kopi. Penggunaan sistem 1x juga dinilai cukup untuk komuter, karena semakin sedikit komponen semakin sedikit pula maintenance yang perlu dilakukan.
 |
| 6 Speed Tourney |
 |
| Non Drive Side Shimano Alfine Crank Arm |
Profil Crankset Shimano Alfine yang digunakan Daus adalah 45T pada Chainring dan 170mm panjang Crank Arm, Crankset ini memenuhi kebutuhan daus untuk akselerasi tipis dan nanjak sopan sekitaran Bintaro - Cipadu. Shimano Alfine sendiri merupakan grupset yang diproduksi Shimano untuk kebutuhan Urban Riding.
 |
| Power transfer? |
Masu ke bagian kaki-kaki, Daus memanfaatkan rims dari saat ia bermain fixie dulu. Rims Etro 4cm dikombinasikan dengan hub dari genio. Kelebihan dari rims ini adalah, rims ini memiliki braking surface supaya bisa digunakan dengan sistem pengereman rim brake. Kalo buat anak fixie sih itu ga penting sama sekali ya, tapi kalo buat road bike ini perlu banget.
 |
| Daus Seatset. |
 |
| Ritchey Setback Seatpost. |
 |
| "R" |
 |
| Colnago Seatpost. |
 |
| Dream Headtube. |
 |
| Ritchey Scuzzy Logic Pro. |
 |
| Ernesto Colnago Signature. |
Sepeda ini sudah memenuhi kebutuhan Daus untuk hepi-hepi gowes cari kopi, bersama kawan-kawan tentunya. Apakah sepeda lo yang sekarang sudah memenuhi kebutuhan itu juga? Atau memenuhi kebutuhan lo pada aspek lainnya? Boleh dong cerita sedikit di kolom komentar soal sepeda lo kalo berkenan.
 |
| Daftar Komponen Colnago Dream Daus Heru. |
Comments
Post a Comment