Tito Rachman - De Rosa SK Pininfarina

De Rosa SK Pininfarina

Mungkin beberapa dari lo ada yang mengerutkan dahi waktu lo liat sepeda ini di linimasa lo dalam akun bernama "Metal and Rubber". Well, ini memang sepeda "Full Carbon" dan ketentuan itu sedikit klise menurut gue. Masih ada Bearing, Sprocket dan Rantai yang masih perlu menggunakan Metal atau Logam.




Sekarang saatnya ngomongin sepeda ini. Sepeda ini adalah De Rosa SK Pininfarina. Sepeda Aero keluaran dari De Rosa yang didesain oleh Pininfarina. Kalo lo penikmat skena otomotif Euro Tuning lo pasti familiar dengan nama ini. Karena Pininfarina merupakan studio desain otomotif yang merancang desain-desain unik dari Ferrari, Alfa Romeo, Fiat, Maserati dan Lancia.


SK Pininfarina Headtube


Pininfarina iconic logo


Mengutip dari eatsleepcycle.com Pininfarina menciptakan aerodinamika berperforma tinggi dan detail-detail yang menakjubkan dari frame ini. Garis tegas, bentuk tubing dan clean cockpit membuat frame buatan Pininfarina ini keliatan balap banget.


FSA ACR


Clean cockpit pada frame ini dihasilkan dari sistem ACR atau Aerodynamic Cable Routing milik brand FSA. FSA memproduksi headset agar kabel shifter dan selang hidrolik pengereman memiliki jalur sendiri pada bagian headset.

                                                                   
Ilustrasi FSA ACR. Credit fullspeedahead.com


Headset FSA ACR ini dikombinasikan oleh Vision Metron 5D ACR. Kolaborasi ini jadi memungkinkan setelah Vision diakuisisi oleh FSA.


Vision Metron 5D ACR


Clean Cockpit brought to you by FSA and Vision


Side View Clean Cockpit


Clean cockpit identik dengan perangkat pengoperan gigi elektronik. Meski sebelumnya menggunakan Sram Mekanikal tetapi sekarang Tito menggunakan Shimano 105 Di2 R7170. Pemilihan Groupset ini dilakukan karena Tito penasaran dengan perfoma Elctronic Shifting yang ditawarkan Groupset wireless . 


105 Di2 Brifter


Keunggulan lain dari groupset Di2 milik Shimano ini dapat diatur melalui aplikasi via HP. Hal ini memudahkan Tito untuk mengatur kecepatan shifting, melakukan perpindahan gear saat terjadi cross-chain, dan membuat RD dan FD lebih mudah smooth saat instalasi perangkat drivetrain terbaru.


RD R7170


105 R7170 drivetrain


Drivetrain yang Tito pilih adalah Crankset 50/34 dan Sprocket 11-36. Kombinasi rasio ini cocok untuk segala keperluan Tito, dia pun menyebut sepeda Aero Roadbike ini sebagai Everyday Bike. Sepeda ini dipake Tito untuk Gocapan, Looping bahkan nanjak ke Hambalang. Itulah kenapa rasio 34/36 diperlukan untuk memudahkan tanjakan yang aduh banget.


Wheelset Farsports 45mm Rear

Rims Farsports 45mm Front


Masuk ke bagian kaki-kaki, Tito memilih menggunakan Wheelset Farsports berukuran 45mm. Profil 45mm cocok untuk Everyday Bike, cukup untuk membelah headwinds dan cukup untuk memecah sidewinds (kalo kata orang-orang sih gitu yah).


Carbon Weave and Internal Nipple closer look.


Rims ini diakui Tito sangat 'badak' karena udah dipake ngehajar lobang yang cukup dalem. Apalagi mengingat harganya yang cukup terjangkau, salah satu rekomendasi rims karbon untuk 'tempur'.


DT Swiss 350, Straight Pull


DT Swiss 350 upgraded ratchet to 54t with Garmin Speed Sensor


Wheelset Farsports ini dijodohkan dengan Hub DT Swiss 350 yang digenggam erat oleh Spoke Sapim. Hub ini memiliki sistem ratchet engagement, saat pembelian Ratchet yang terdapat pada Hub ini sudah diganti menjadi 54t. Penggunaan Ratchet dengan jumlah gigi yang lebih banyak membuat setiap gigi bertemu lebih cepat, menyebabkan gowesan terasa ngisi terus. Penggantian ratchet ke 54t juga menyebabkan hub ini lebih nyaring bunyinya. Suara bising ini membuat Tito merasa aman, karena hal ini membuat orang-orang di sekitar menjadi lebih aware.


Tito's Choice of Crankset


Garmin Cadence Sensor on 105 Arm


Time Atac MX6

Pada sektor 'Power Transfer' Tito memilih pedal Time Atac MX6. Pedal ini sama seperti pedal MTB-enduro lainnya, memiliki tapal yang Walkable dan Platform yang luas. Platform luas ini ditujukan untuk kemudahan gowes tanpa perlu Clip In pada pedal.  Keunggulan pedal Time ini adalah Clip In yang lebih halus, dibandingkan dengan kompetitor. 

Selle San Marco Aspide

Manganese Rail

Terakhir, pada "Everyday Bike" Milik tito ini ia memilih Selle San Marco Aspide. Alasan dia membeli Saddle ini cukup nyaman menurut Tito biarpun masih menggunakan railing dengan material mangan. Sayangnya, saddle ini kurang nyaman jika digunakan untuk perjalanan lebih dari 3 jam dan kulit dan busanya mudah mengkerut.


Faye Valentine from Cowboy Bebop

Blue Lug Bee-Po Kun

Assorted Sticker Bomb by Tito


Aero Frame? Check. Electronic Groupset? Check. Carbon Fiber Wheelset? Check. Sticker Bomb to make this rig a bit more chill in order to tolerate those who see a road bike as a performance machine? Check

Berikut adalah stiker-stiker kuncian milik Tito. Tito memberikan stiker-stiker di sepeda ini agar lebih nge-pop. Karena seperti yang kita ketahui semua, bahwasannya skena road bike akrab dengan keseriusan, angka, statistik dan lain lainnya.


Statement

Sepeda ini keren banget, performanya juga mumpuni untuk dipake lama dan jauh. Menurut gue Sepeda ini udah se-ekuivalen dengan menggunakan kendaraan bermotor buatan Itali / Eropa lainnya. Kalo lo gimana? Apakah sepeda lo juga Everyday Bike? atau Occasionally Bike? Keduanya sama-sama enggak masalah, yang penting dipake sepedanya.





 
Daftar Komponen De Rosa SK Pininfarina Tito Rachman

Comments